Banyuwangi, Sekitarkita.co – Program Akademi Matematika dan Sains/IPA (AKASIA) Rumah Pintar binaan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) sukses mengantarkan siswa dari desa pinggiran di Banyuwangi, Jawa Timur, meraih prestasi membanggakan. Siswa binaan tersebut berhasil menyabet Juara 2 Nasional kategori kelompok dalam ajang Lomba Matematika GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) tingkat nasional.
Siswa berprestasi tersebut adalah Ayla Septia Mulya Putri, murid kelas 5 SDN 6 Sumberagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Lomba tingkat nasional yang diikutinya berlangsung di Halmahera Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 5–7 Oktober 2026.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, kami sangat senang, dan kami bangga," kata Koordinator Program AKASIA binaan Rumah Pintar PT BSI, Dewi Anjarani, S.Pd., Rabu (14/10/2026).
Baca Juga :
Dewi menceritakan, Ayla merupakan salah satu siswa yang menonjol di sekolahnya. Dia menjadi satu dari dua siswa SDN 6 Sumberagung yang lolos seleksi masuk ke program AKASIA Rumah Pintar, sebuah program pembinaan akademik hasil kolaborasi dengan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut.
"Karena guru yang tahu perkembangan dan kemampuan numerasi siswanya. Setelah dipilih, anak-anak lalu digabung masuk program AKASIA," ungkap Dewi.
Dewi yang juga merupakan guru di SDN 8 Sumberagung menjelaskan, program AKASIA bergulir sejak Oktober 2025 lalu. Awalnya, Ayla lebih tertarik mengikuti kompetisi di bidang IPA. Namun, setelah melalui pembinaan serta seleksi siswa berprestasi dan Olimpiade Sains Nasional (OSN), potensi besarnya justru terlihat di bidang matematika.
"Akhirnya, sampai saat ini kalau ada lomba atau seleksi, Ayla lebih memilih matematika. Jadi potensi dan keunggulannya yang mencolok memang di matematika, walaupun awalnya dia mengira lebih ke IPA," paparnya.
Pembelajaran program AKASIA sendiri dirancang bertahap. Pada Batch 1, pembelajaran difokuskan pada pemahaman matematika dasar seperti perkalian, pembagian, pecahan, desimal, hingga persen. Sedangkan pada Batch 2, materi diperdalam ke bidang IPA yang membutuhkan hitungan atau numerasi.
"Peserta program AKASIA mencakup dua kelas dari jenjang SD dengan total 30 siswa. Peserta paling kecil kelas tiga dan paling besar kelas lima SD," tambah Dewi.
Dalam seleksi Lomba Matematika GASING tingkat kabupaten, sebenarnya ada tiga siswa program AKASIA yang lolos. Namun, untuk melangkah ke tingkat nasional, hanya diambil peserta dari kategori individu terbaik, yakni Ayla.
Di tingkat nasional, Ayla bersama timnya harus melewati lima babak assessment yang nilainya diakumulasi hingga berhasil mengamankan gelar Juara 2 Nasional.
"Komitmen belajar Ayla memang luar biasa tinggi, anaknya kompetitif, dan punya niat kuat dari diri sendiri. Dukungan dari orang tuanya juga sangat luar biasa semangat. Ini menjadi motivasi bagi teman-temannya," puji Dewi.
Program AKASIA Rumah Pintar berlangsung selama satu tahun dengan jadwal pelatihan rutin setiap hari Sabtu. Lengkap dengan pemantauan, evaluasi, serta pre-test dan post-test. Bagi siswa yang masih mengalami kendala matematika dasar, tutor akan memberikan pendampingan intensif langsung di sekolah masing-masing.
Adapun tutor pengajar merupakan kolaborasi guru dari 9 SD se-Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Masing-masing kepala sekolah menunjuk 1–2 guru sebagai bentuk pemerataan pengembangan kapasitas pendidik dan siswa.
Kelancaran program ini, masih Dewi, tidak lepas dari dukungan penuh PT BSI. Operator tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut menyediakan fasilitas belajar yang nyaman di Rumah Pintar. Makan siang untuk peserta, hingga dukungan operasional dan insentif tutor.
Kepala Sekolah sekaligus Operator Utama Rumah Pintar PT BSI, Sulaiman, S.Pd., mengungkapkan bahwa program AKASIA diawali dari semangat untuk menampung dan memfasilitasi anak-anak berbakat di bidang matematika serta IPA. Khususnya para siswa daerah lingkar tambang.
"Program ini merupakan inisiatif dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Pesanggaran yang bekerja sama dengan Rumah Pintar PT BSI sebagai tempat pelaksanaan kegiatan," terang Sulaiman.
Menurutnya, selain bermanfaat bagi siswa, AKASIA juga dirancang sebagai wadah kolaborasi antar pendidik untuk saling berbagi praktik baik dan mengembangkan strategi pembelajaran inovatif.
Untuk menunjang kegiatan belajar, Rumah Pintar di Desa Sumberagung tersebut dilengkapi dengan 6 ruang kelas ber-AC (2 kelas Bahasa Inggris, 2 kelas TIK/Komputer, 1 perpustakaan, dan 1 ruang guru), serta fasilitas pendukung seperti ruang bermain, musala, dan Dapur Cantik.
Fasilitas yang menjadi satu-satunya Rumah Pintar di Banyuwangi ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSI di bidang pendidikan. (*)
